
Detail Diterbitkan pada Jumat, November 22 2013 14:38 Dibaca: 1809
img503ae9c5dcab8Sutradara film Sha, Ine Febriyanti, mengaku bahwa dia suka mengampanyekan gerakan antikorupsi melalui berbagai film yang dibesutnya. Itu sebabnya, ketika Ine diminta untuk memutar hasil karyanya serta berbagi ilmu tentang film dan teater di gedung Fakultas Ilmu Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara, Jateng, ia mengapresiasinya dengan penuh.
Bersama putri ketiganya, Amanina (5), akhir pekan kemarin Ine memutar dua film yang disutradarainya sendiri, yakni Kita versus Korupsi dan Tuhan pada Jam 10 Malam. Dua filmnya yang berdurasi 17 menit dan 45 menit itu membuat para pelajar, mahasiswa, serta para sineas muda Jepara menyimak dengan saksama.
Apalagi film Kita versus Korupsi (2012) banyak bertutur tentang gerakan antikorupsi. Film itu juga dikerjasamakan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai media kampanye antikorupsi. "Korupsi sudah mengaduk-aduk negeri ini. Kita harus memiliki gerakan untuk mencegahnya," ujar artis kelahiran Semarang, 18 Februari 1976, ini.
Adapun film kedua, Tuhan pada Jam 10 Malam, berkisah soal ironi bobroknya moral, yang bahkan bisa dilakukan oleh orang yang awalnya memiliki integritas tinggi. "Film ini berpesan tentang ego manusia yang bisa menguasai kapan saja sehingga batas-batas yang mestinya dihindari justru ditabrak. Lagi-lagi, ini juga terkait integritas," papar Ine.
Sumber: Suara Karya, 22 november 2013
https://www.kpk.go.id/id/berita/berita-sub/1526-kampanye-gerakan-antikorupsi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar