Total Tayangan Halaman

Kamis, 25 Juni 2020

Mengungkap Sejarah

Mengungkap Sejarah
______

Usaha-usaha pihak pimpinan tentara nasional yang ingin menghapuskan jejak Abdul Qahhar Mudzakkar jelas dapat ditelusuri dalam buku-buku mengenai dirinya yang ditulis oleh penulis-penulis sekuler. Bagaimana kesimpangsiuran mengenai kehadiran Kolonel Bambang Supeno dan Letnan Kolonel Abdul Qahhar Mudzakkar dalam penyelesaian masalah pemberontakan yang dilakukan oleh Andi Aziz dan bekas serdadu KNIL lainya di Sulawesi.

"Beberapa sumber mengatakan bahwa Nasution, sebagai KASAD telah menunjuk Kolonel Bambang Supeno sebagai komandan operasi yang didampingi oleh Letnan Kolonel Abdul Qahhar untuk menyelesaikan masalah pemberontakan yang dilakukan oleh Aziz dan serdadu KNIL lainya, tetapi kemudian KASAD membatalkan penunjukan itu ketika Menteri Pertahanan mengangkat Kawilarang untuk jabatan itu. Sumber lain mengatakan bahwa Nasution mengirim Abdul Qahhar Mudzakkar untuk meminta bantuan dari KGSS."*

Dalam buku sejarah Corps Hasanuddin, tertulis bahwa Kolonel Bambang Supeno dan Letkol Abdul Qahhar Mudzakkar mula-mula diangkat menjadi komandan dan wakil komandan operasi, yang mencatat kehadiran perwira tersebut di atas kapal Hang Tuah. Selanjutnya pada halaman 75 dan 91 menceritakan Saleh Sjahban menggambarkan pertemuannya dengan Abdul Qahhar. Dan mengenai perjumpaan Abdul Qahhar dengan tokoh-tokoh lain KGSS, kelaskaran dalam kapal tersebut. 

Tetapi dalam bukunya, Harvey menceritakan mengenai wawancaranya yang dilakukan di Jakarta pada 17 Mei 1972, menyatakan; Nasution membantah bahwa Abdul Qahhar Mudzakkar ada di Sulawesi pada saat peristiwa Andi Aziz, dan mengatakan bahwa ia sendiri tidak pernah memberi kuasa kepada Abdul Qahhar Mudzakkar untuk kembali ke Sulawesi.

Kahar Muzakkar Pahlawan atau Pemberontak

πŸ“ŒKahar Muzakkar Pahlawan atau Pemberontak
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - 

Hail Historia teman-teman setanah air Indonesia

Kali ini saya admin Yamashiro akan menceritakan tentang Kahar Muzakkar. Sesuai judul kita pada hari ini, kira-kira menurut kalian bagaimana pendapat atau komentar kalian sendiri, apakah Kahar Muzakkar pahlawan atau pemberontak? Bagi pemerintah jaman dahulu Kahar Muzakkar adalah pemberontak, mengapa ia menjadi pemberontak ? Tanpa berlama-lama saya akan menceritakan tentang dia pahlawan atau pemberontak.

Mendengar nama kahar muzakkar pasti nya orang-orang akan mengingat pemberontakan DI/TII atau Darul Islam/Tentara Islam Indonesia di wilayah Sulawesi, nama itu melekat dalam pikiran orang tua kita pastinya. Banyak kisah kepahlawanan nya, kepatriotan nya, hingga pemberontakan pada masa pemerintahan Bung karno yang telah ditulis oleh sang overste (letkol kahar)

La Domeng alias tukang main domino ini sebenarnya seorang pejuang anti feodalisme dan anti penjajahan saat ia masih di tanah kelahirannya Luwu, di luwu kahar muzakkar memberontak dengan kepala-kepala adat setempat alasannya ia tidak menyukai sistem Feodalisme di Sulawesi selatan, kahar muzakkar sebenarnya tidak ingin mengusir Jepang di tanah kelahirannya dan akibat ulah pemberontakan nya ia dihukum oleh kerajaan Luwu atas tuduhan penghinaan kerajaan dan pencurian dengan hukuman ia harus keluar dari tanah kelahiran nya di Luwu.

Akhirnya kahar pergi di Solo dan mendirikan warung usaha semangat muda, pada waktu itu kahar sangat tertarik dengan pergerakan kemerdakaan, jadi setelah Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945, dia pergi ke Jakarta dan membuat organisasi Gerakan Pemuda Indonesia Sulawesi, yang kemudian menjadi Kebaktian Rakyat Indonesia Sulawesi.

Aksi patriot kahar muzakkar dimulai saat Soekarno didesak untuk melakukan pidato. Pada saat itu, Soekarno dikepung oleh beberapa pasukan Jepang dan dengan gagah berani Kahar Muzakkar maju mengusir pasukan Jepang dengan hanya menggunakan golok.

Patriot nya juga dimulai pada Desember 1945, ia membebaskan tawanan berjumlah 800 orang di Nusakambangan dan membentuk sebuah laskar badan penyidik khusus. Dalam serangan umum 1 Maret di Yogyakarta, Kahar Muzakkar bersama laskar nya dengan berani melawan penjajah dan berhasil menguasai Yogyakarta dalam 6 jam saja.

Kahar akhirnya dipercaya sebagai komandan persiapan tentara republik indonesia-sulawesi, ia menjadi orang bugis yang pertama mendapat pangkat letnan kolonel, akan tetapi perjalanan karier kahar tidak sebegitu mulus, ia tidak ditunjuk memimpin di luar Jawa
pada tahun 1952 kahar setelah menumpas pemberontakan Andi azis di Sulawesi selatan, kahar juga meminta supaya pasukan KGSS atau kesatuan gerilya sulawesi selatan dimasukan dalam resimen APRA

Kolonel AE Kawilarang, panglima Wirabuana menolaknya secara mentah-mentahan sehingga membuat hatinya kecewa dan meletakkan jabatan kolonel nya di depan kawilarang, akhirnya kahar bergabung dengan DI/TII Kartosuwiryo pada tanggal  20 agustus 1952 dan pada  tanggal 7 agustus 1953, Kahar memproklamir kan sulawesi selatan menjadi NII atau negara islam indonesia.

Pada tahun 1945 memang Kahar menjadi patriot bangsa atas jasa-jasa nya, akan tetapi 1952 kahar menjadi pemberontak, sehingga jasa kahar akan bangsa nya sudah terhapus, perjuangan Kahar sudah berakhir saat operasi tumpas TNI, Kahar tewas tertembak pada tanggal 3 februari 1965 di tepi sungai salaso, di Sulawesi tenggara.

Ikuti kami di berbagai media sosial :
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - 
Instagram:
https://www.instagram.com/lookathistoryy/
Facebook :
https://www.facebook.com/Lookathistoryy/
YouTube   :
https://www.youtube.com/channel/UCQ1pJaS6lca0G5Qh44agXCw
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

-[ Yamashiro ]

Syamsuri Abdul Majid = Abdul Qahhar Mudzakkar?

Syamsuri Abdul Majid = Abdul Qahhar Mudzakkar?
_________

Tidak sedikit masyarakat di Sulawesi yang meyakini bahwa Abdul Qahhar Mudzakkar/Kahar Muzakkar masih hidup. Banyak diantara mereka yang meyakini bahwa Syamsuri Abdul Majid adalah Kahar Muzakkar yang asli yang berhasil meloloskan diri dari sergapan Pasukan Siliwangi di subuh hari Idul Fitri tahun 1965.

Pendapat yang fenomenal tentang kematian Kahar Muzakkar adalah; bahwa untuk mengakhiri perang saudara di Sulawesi, maka dibuatlah kesepakatan antara Kahar Muzakkar dan M. Jusuf saat pertemuan di Bonepute. Dalam pertemuan itu disepakati bahwa "figur" Kahar Muzakkar harus dimatikan untuk melemahkan semangat para pasukannya hingga akhirnya menghentikan perjuangannya.

Sementara itu, ada versi lain tentang “kematian” Kahar Muzakkar. Konon, Kahar Muzakkar (tanpa mengurangi rasa hormat kepada Serma (pur) Ili Sadeli yang menembak mati Kahar Muzakkar) tidaklah tertembak mati. Dia ditangkap hidup-hidup. Setelah mendengar penangkapan itu Jenderal Jusuf mendatangi lokasi penangkapan. Dia dan Kahar yang pernah jadi atasannya kemudian masuk hutan. Di tengah hutan itulah, Kahar dilepas dengan satu syarat: jangan pernah lagi menampakkan diri. Anggaplah sudah mati.

Cerita ini mahsyur di kalangan orang yang merasa Kahar Muzakkar masih hidup. Antara lain, orang-orang yang dekat dengan Syamsuri Abdul Madjid. Syamsuri sendiri sudah meninggal di tahun 2006.

Apakah benar Kahar Muzakkar baru meninggal dunia Agustus 2006, bukan Februari 1965?

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Sulawesi Selatan, Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar, mengatakan dirinya tak percaya dengan spekulasi yang menyebut bahwa Syamsuri adalah ayahnya, sang Kahar Muzakkar.

Aziz mengatakan dirinya mendengar bahwa beberapa jam sebelum menutup mata untuk selama-lamanya, Syamsuri membuat pengakuan. “Saya bukan Kahar Muzakkar. Saya orang Banjar,” kata Aziz mengutip pengakuan Syamsuri yang didengarnya.

DI/TII MEMAKSAKAN AGAMA?

DI/TII memaksakan agama?
______

Jika benar kami memaksakan agama di daerah Tana Toraja pada umumnya, maka sesudah gerakan "hasad dengki" Komunis di daerah Toraja Timur kami hancurkan, mengapa kami tidak menyeberang pula ke daerah Toraja Barat? Diwaktu kapankah pasukan-pasukan tentara kami (DI/TII) memasuki daerah Toraja Barat melakukan pemaksaan agama?

Jika pihak kami DI/TII telah menyatakan kesanggupan menghancurkan gerombolan Usman Balo yang jauh lebih kuat dan lebih berani dari segala gerombolan yang ada di dalam hutan Sulawesi Selatan dan Tengah, mengapa "gerombolan liar" yang kami tahu ada di daerah Toraja Barat tidak kami hancurkan pula?

Karena peristiwa hasutan "hasad dengki" Komunis di daerah Toraja Timur dan Palopo Utara saya singgung dalam buku kecil ini, maka ada baiknya jika saya singgung pula kejadian-kejadian dalam peristiwa lainnya, yang juga dijadikan "propaganda busuk" Komunis bersama RI Sukarno, yaitu tindakan pihak kami (DI/TII) di Sulawesi menawan orang Eropa, dan demikian dengan penawanan pastor H. Versteeden, dan peng-Islaman Overste J.W. Gerungan dengan segenap anak buahnya dari satuan RTP - "Anoa" /PRRI-PERMESTA".

Apa sebenarnya kejadian pada peristiwa-peristiwa itu?

-nantikan postingan berikutnya-
__
sumber: Catatan Abdul Qahhar Mudzakkar, th. 1960

Bekas KNIL Vs Laskar Laskar

Bekas KNIL vs Laskar-laskar
______________

Terjadinya pertentangan dan perbedaan pendapat di dalam wadah kekuatan tentara Indonesia sudah lama terjadi. Sebut saja pertengahan antara bekas KNIL dan laskar-laskar.

Laskar-laskar Islam ini jelas merupakan kekuatan bersenjata rakyat yang bertempur melawan penjajahan, mereka sangat membenci kehadiran Belanda (penjajah kafir). Ketika tentara lain hijrah ke Yogyakarta, laskar Islam ini tetap bertahan di pos masing-masing, sebagaimana perintah Panglima Besar Jendral Sudirman; "Tiap sejengkal tumpah darah harus dipertahankan sampai titik darah terakhir". 

Namun kemudian peranan para laskar Islam sangat dikecilkan oleh Nasution dan kawan-kawan, sebagaimana yang dinyatakan dalam buku pertamanya yang berjudul Memenuhi Panggilan Tugas;
"Pasukan-pasukan rakyat, terutama Hisbullah-Sabilillah beribu-ribu datang dari Priangan Timur, Cirebon dan Karawang Timur. Mereka kebanyakan tak pernah sampai ke garis depan yang sebenarnya, karena tidak terlatih dan hanya bersenjata tajam saja. Banyak lelucon-lelucon dewasa itu tentang barisan rakyat itu. Mereka gampang kaget kalau ada apa-apa" *.

Ketidaksenangan Nasution dan kawan-kawannya atas peranan kekuatan bersenjata ummat Islam nampak jelas dalam tulisan-tulisannya yang menyinggung masalah ini.

________
Profil Abdul Qahhar Mudzakkar, halaman 135

PERJANJIAN BONGAYA


#MAKASSAR_RAYA

PERJANJIAN BONGAYA

Dengan muka memerah, dengan gemeretak gigi dan desahan nafas panjang, detak jantung yang tak karuan serta tatapan tajam memerah, sementara badik di genggaman kirinya, ... detik-detik YM. Srie Soultan hasanuddin koning Van Makassar menandatangani Perjanjian bongaya,..... "Demi Allah, Demi Rasulullah, ini terpaksa dilakukan  Demi tidak punahnya Bangsa Makassar.

30 isi perjanjian Bongaya 18 November 1667

1.Perjanjian yang ditanda tangani oleh Karaeng Popo,duta pemerintah di Makassar (Gowa) dan Gubernur-Jendral,serta dewan Hindia di Batavia pada tanggal 19 Agustus 1660,dan antara pemerintah Makassar dan Jacob Cau sebagai komisioner Kompeni pada tanggal 2 desember 1660 harus di berlakukan..

2.Seluruh pejabat dan rakyat kompeni berkebangsaan Eropa yang baru-baru ini atau pada masa lalu melarikan diri dan masih tinggal disekitar Makassar harus segera di kirim kepada laksamana Cornelius Speelman..

3.Seluruh alat-alat,meriam,uang dan barang-barang yang tersisa, yang di ambil dari kapal Walvisch di Selayar dan Leeuwin di Don Duango,harus di serahkan kepada Kompeni..

4.Mereka yang terbukti bersalah atas pembunuhan orang Belanda diberbagai tempat harus di adili segera oleh Perwakilan Belanda dan mendapat hukuman yang setimpal..

5.Raja dan bangsawan Makassar harus membayar ganti rugi dan seluruh utang kepada Kompeni,paling lambat musim berikut..

6.Seluruh orang Portugis dan Inggris harus di usir dari wilayah Makassar dan tidak boleh lagi di terima tinggal disini atau melakukan perdagangan..Tidak ada orang Eropa yang boleh masuk atau melakukan perdagangan di Makassar..

7.Hanya Kompeni yang boleh bebas berdagang di Makassar..Orang "India" atau "Moor" (Muslim India),Jawa,Melayu,Aceh atau Siam tidak boleh memasarkan kain atau barang-barang dari Tiongkok karena hanya Kompeni yang boleh melakukannya..Semua yang melanggar akan di hukum dan barangnya akan di sita oleh Kompeni..

8.Kompeni harus di bebaskan dari bea dan pajak impor maupun ekspor..

9.Pemerintah dan rakyat Makassar tidak boleh berlayar ke mana pun kecuali Bali,pantai Jawa,Jakarta,Banten,Jambi,Palembang,Johor, dan Kalimantan dan harus meminta izin dari Komandan Belanda disini (Makassar)..Mereka yang berlayar tanpa izin akan di anggap musuh dan di perlakukan sebagaimana musuh..Tidak boleh ada kapal dikirim ke Bima,Solor,Timor dan lainnya semua wilayah di Timur Tanjung Lasso,di utara aau timur Kalimantan atau pulau-pulau sekitarnya..Mereka yang melanggar harus menebusnya dengan nyawa dan harta..

10.Seluruh benteng yang ada di sepanjang pantai Makassar harus dihancurkan,yaitu:Barombong,Pa'nakkukang,Garassi,Mariso, Baro'boso..Hanya Sombaopu yang tetap berdiri untuk ditempati Raja..

11.Benteng Ujung Pandang harus di serahkan kepada Kompeni dalam keadaan baik,bersama dengan desa dan tanah yang menjadi wilayahnya..

12.Koin Belanda seperti yang di gunakan di Batavia harus diberlakukan di Makassar..

13.Raja dan bangsawan harus mengirim ke Batavia uang senilai 1.000 budak pria dan wanita,dengan perhitungan 2,5 tael atau 40 emas Makassar per orang..Setengahnya harus terkirim pada bulan Juni dan sisanya paling lambat musim berikutnya..

14.Raja dan bangsawan Makassar tidak boleh lagi mencampuri urusan Bima dan wilayahnya..

15.Raja Bima dan Karaeng Bontomarannu harus di serahkan kepada Kompeni untuk di hukum..

16.Mereka yang di ambil dari Sultan Butung pada penyerangan akhir Makassar harus harus di kembalikan..Bagi mereka yang telah meninggal atau tidak dapat di kembalikan,harus di bayar dengan kompensasi..

17.Bagi Sultan Ternate,semua orang yang telah di ambil dari Kepulauan Sula harus dikembalikan bersama dengan meriam dan senapan..Gowa harus melepaskan seluruh keinginannya menguasai Kepulauan Selayar dan Pansiano (Muna),seluruh pantai timur Sulawesi
dari Manado ke Pansiano,Banggai dan Kepulauan Gapi,dan tempat lainnya di pantai yang sama,dan negeri-negeri Mandar dan Manado, yang dulunya adalah milik raja Ternate..

18.Gowa harus menanggalkan seluruh kekuasaannya atas negeri-negeri Bugis dan Luwu..Raja tua Soppeng (La Tenribali) dan seluruh tanah rakyat serta rakyatnya harus di bebaskan,begitu pula penguasa Bugis lainnya yang masih di tawan di wilayah-wilayah Makassar,serta wanita dan anak-anak yang masih di tahan penguasa Gowa..

19.Raja Layo,Bangkala dan seluruh Turatea serta Bajing dan tanah-tanah mereka harus di lepaskan..

20.Seluruh negeri yang di taklukkan oleh Kompeni dan sekutunya,dari Bulo-Bulo hingga Turatea,dan dari Turatea hingga Bungaya,tetap harus menjadi tanah milik Kompeni sebagai hak penaklukan..

21.Wajo,Bulo-Bulo dan Mandar harus ditinggalkan oleh pemerintah Gowa dan tidak lagi mereka membantu dengan tenaga manusia,
senjata dan lainnya..

22.Seluruh laki-laki Bugis dan Turatea yang menikahi perempuan Makassar,dapat terus bersama isteri mereka..Untuk selanjutnya,jika ada orang Makassar yang berharap dengan Bugis atau Turatea,atau sebaliknya,orang Bugis atau Turatea berharap tinggal dengan Makassar,boleh melakukannya dengan seizin penguasa atau raja yang berwenang..

23.Pemerintah Gowa harus menutup negerinya bagi semua bangsa (kecuali Belanda)..Mereka juga harus membantu Kompeni dalam melawan musuhnya di dalam dan di sekitar Makassar..

24.Persahabatan dan persekutuan harus terjalin antara para raja dan bangsawan Makassar dengan Ternate,Tidors,Bacan,Butung,Bugis (Bone),Soppeng,Luwu,Turatea,Layo,Bajing,Bima dan penguasa- penguasa lain yang pada masa depan ingin turut dalam persekutuan ini..

25.Dalam setiap sengketa di antara para sekutu,Kapten Belanda (Yaitu,presiden atau Gubernur Fort Rotterdam) harus di minta untuk menengahi..Jika salah satu pihak tidak mengacuhkan mediasi ini, maka seluruh sekutu akan mengambil tindkan yang setimpal..

26.Ketika perjanjian damai ini ditanda tangani,di sumpahi dan di bububi cap,para raja dan bangsawan Makassar harus mengirim dua penguasa pentingnya bersama Laksamana ke Batavia untuk menyerahkan perjanjian ini kepada Gubernur-Jendral dan Dewan Hindia..Jika perjanjian ini di setujui,Gubernur-Jendral dapat menahan dapat menahan dua pangeran penting selama yang dia inginkan..

27.Lebih jauh tentang pasal 6,orang Inggris dan seluruh barang- barangnya yang ada di Makassar harus di bawa ke Batavia..

28.Lebih jauh tentang pasal 15,jika Raja Bima dan Karaeng Bontomarannu tidak di temukan hidup atau mati dalam sepuluh hari, maka putra dari kedua penguasa harus di tahan..

29.Pemerintah Gowa harus membayar ganti rugi sebesar 250.000 rijksdaalders dalam lima musim berturut-turut,baik dalam bentuk meriam,barang,emas,perak,ataupun permata..

30.Raja Makassar dan para bangsawannya,Laksamana sebagai wakil Kompeni,serta seluruh raja dan bangsawan yang termasuk dalam persekutuan itu harus bersumpah,menandatangani dan membubuhi cap untuk perjanjian ini atas nama Tuhan yang Suci pada hari Jumat, 18 November 1667..

ARUNG PALAKKA DAN SULTAN HASANUDDIN

ARUNG PALAKKA vs SULTAN HASANUDDIN... #akar masalahnya#

MASA SEJARAH DI SULSEL dimulai adanya DINASTI SIMPIRU SIANG.. 
setelah dinasti ini redup muncul dinasti TO MANURUNG. kerajaan  yg memulai awal sejarahnya dgn To Manurung adalah BONE, LUWU dan GOWA dan lainnya.  Kerajaan ini masing-masing berkembang dgn melakukan perluasan wilayah... 

Bahwa komplik antara Bone dan Gowa diawali sejak  pemerintahan Raja Gowa Krg Tumaparisi Kallonna yg saat itu diundang menghadiri pelantikan Arungpone...
dalam setiap acara besar di tanah Selebes selalu di lakukan acara sabung ayam. Dalam pesta pelantikan Arungpone tsb diadakan  Adu ayam antara Karaeng Gowa melawan Ayam ArungPone, namun, Ayam Raja Gowa Krg Tumaparisi Kallonna  dikalahkan oleh ayam Arungpone... 
disinilah KaraEng Tumaparisi Kallonna awal mula  melakukan penyerangannya ke Bone. 

 Namun penyerangan Gowa tsb berhasil dikalahkan oleh Bone... 
Kekalahan Karaeng Gowa tersebut,  dikembalikan dgn penuh penghormatan dan   keluhuran dari Arungpone dan  Rakyat Bone pada rakyat Gowa... 

Penyerangan ke 2 kalinya oleh Gowa terhadap Bone ketika St Awaluddin membawa pasukan Gowa menodongkan perang terhadap Bone untuk harus menerima Islam...

Pada thn 1605  tsb sebetulnya Arungpone Latenrirua sudah ingin sekali berislam, tapi dewan hadat tak pernah setuju... sehingga penolakan islam oleh rakyat Bone lewat dewan hadat membuat Bone di serang oleh Gowa... 

Arungpone  Bone saat itu  telah datang k St Awaluddin untuk bersahadat tetapi tapi para dewan hadat TETAP  menolak ISLAM bahkan memaksulkan Raja Bone tsb. Sehingga Arungpone La TenriRuwa tsb meninggalkan Bone dan menetap untuk memperdalam Islam di Bantaeng daerah kekuasaan Raja Gowa. 

 Akhirnya Bone diserang Gowa, namun Bone hanya bisa bertahan  3 hari dan Bone menyerah.. 
perang ini  dikenal dgn bahasa lontarak "musu Asellengeng"...

Perang pengislaman oleh St Awaluddin 
Berhasil menjadikan  Semua kerajaan Bugis menerima  Islam dan menjadikan Islam agama kerajaannya...
Sampai saat ini  ada sekitar 99% orang Bugis  beragama Islam.

Penyerangan ke 3 kalinya Gowa terhadap Bone;
Sekitar 30 tahun kemudian sesudah perang pengislaman pada  periode Arungpone La Maddaremmeng  memberlakukan  islam secara Murni dan kaffah.

Namun pemurnian ajaran Islam ini mendapat tantangan keras daripada bangsawan dan  Ibusuri, ibunda La Madderemmeng. Ibunda Arungpone tsb  tak sudi dgn pemerdekaan banyaknya budak atau Ata... 

 Ibu La Madderemmeng begitu marah dan kecewa. Ia meninggalkan Bone dan pergi ke Gowa meminta suaka ..Dengan  alasan tersebut Bone di serang oleh Gowa.

 Ketika Bone dikalahkan oleh Raja GowA St Malikussaid, Rakyat Bone di tawan dan di jadikan BUDAK atau ATA oleh orang Gowa Selama 17 thn. Belasan Ribu orang Bone diperjakan menggali parit2 dan membangun benteng untuk Gowa.

ARUNG PALAKKA yg juga menjadi tawanan, tetapi karena  ia adalah bangsawan tinggi maka dia tetap mendapat tempat yg terhormat di istana Krg Pattingaloang.. penenpatan di rumah Kareng Pattingaloang  ini tetap adalah SIRI bagi bangsawan Bone.

Sangat Diperparah lagi saat orang tua Arung Palakka LA POTTOBUNNE Arung Tanah Tengga ini ikut dalam rombongan perburuan para Karaeng Gowa - Tallo.. 
Dalam perburuan tsb ditemukan pelarian orang2 dan pengawal Krg Pattingaloang langsung menghabisi pelarian tersebut... inilah yg membuat La Pattobunne mengamuk.. tetapi dia ditangkap oleh pengawal Kr Pattingaloang. LA Pottobunne kemudian dihabisi dgn alu2 sebab dia tak bisa mati dgn senjata jenis besi.

 Inilah demdam membara yg membuat ArungPalakka  harus  melarikan diri.  Ia lari  dari Gowa lewat Soppeng, ke Buton kemudian ke Batavia.

ARUNG PALAKKA  selanjut kembali membebaskan negerinya dengan  bersekutu dgn VOC. Ia datang dgn 400 pengikutnya dgn nama TO ANGKE, bersama 500 orang Ambon anggota  Yongker. Serta 600 pasukan elit VOC.

 ArungPalakka menggerakan orang Buton, Ternate dan Soppeng..  Orang Makassar Turatea/ Bantaeng... bahkan orang  konjo Bulukumpa dan Sinjai  yg juga adalah sub suku Makassar.  

Kerajaan Gowa yg dibantu Wajo, Luwu, Mandar, Sumbawa/Bima, para perantau Melayu...

Pada perang besar ini sebetulnya Gowa "belum kalah" dan belum  ditaklukkan secara penuh  karena semua pendukung seperti kerjaraan BUGIS WAJO, LUWU dan MANDAR, BIMA dan ORANG MELAYU... keluarga besar dan hadat Gowa seperti Krg Karunrung, Krg Bontomarannu, Krg Galesong,  I Fatima Tokontu panglima Laskar Wanita Gowa.

tetapi Sultan Hasanuddin TETAP menandatangani perjanjian bungaya... St Hasanuddin sangat bijaksana untuk menghindari kerusakan dan pembunuhan yg lebIh banyak lagi pada masyarakat kecil.

namun ketika Gowa menyerah dan menandatangani  tanda benar2 takluk dgn mendandatangai perjanjian  Bungaya... bahkan Masih  terjadi dua kali perang susulan.. Krg Karunrung menyerang kedudukan Voc dan ArungPalakka.  Namun VOC dan ArungPalakka   mengalahkannya.

Kemenangan   ArungPalakka atas bantuan VOC dan sekutu Soppeng, Ternate, Buton, Jongker,   dan sebagian orang Turatea tak melakukan balas dendam seperti halnya apa yg sudah dilakukan Gowa terhadap Bone..  ArungPalakka tak mengutak atik sistem kerajaan di Gowa... tidak menjadikan orang Gowa tawanan...

 ArungPalakka bahkan hanya mengawini keluarga dekat St Hasanuddin yakni Dg Talale.. dan mengawinkan Kemenakannya La Patau Matannatikka kawin  dgn cucu st Hasanuddin putri Raja Gowa st Abd Jalil..

ArungPalakka kemudian diterima di dalam masyarakat makassaar karena  faktanya dia lebih senang berdomisili Makassar dan wafat serta di makamkan di Makassar daripada Bone atau Soppeng...padahal Ia adalah Arungpone, sekaligus suami datu Soppeng saat dia Wafat.
Bahkan sampai hari ini di Ballalompoa tersimpang foto Arung Palakka.

SULTAN HASANUDDIN ADALAH PAHLAWAN NASIONAL tak ada keraguan sedikitpun ttg perjuangannya.. 

Sedangkan  ArungPalakka oleh pendukungnya dikatakan sebagai "Sang Pembebas"  sedangkan  oleh lawan adalah "penghianat". 

 Orang Bugis Wajo Juga Bagi orang Bone dan Soppeng adalah penghianat yg menghianati perjanjian "Tellupoccoe".

Namun Wajo  dan  Luwu serta Mandar  tetap  pro pada Karaeng  Gowa  St Hasanuddin.. 

Dalam perang ini, banyak sekali  orang2 Makasar yg ada  di Bontaeng dan Turatea... kerajaan palili dan kerajan otonomi assiajingen dgn Gowa saat itu  berkesempatan membebaskan diri dari dominasi Gowa dan menjadikan ArungPalakka  sebagai "pembebas" baginya...

Maka ketika di adakan perjanjian Bongaya  YM Sombaya ST HASANUDDIN masih mau menjabat tangan ArungPalakka tetapi menolak para Karaeng orang2 Makassar yg melawan GOWA... 

##Salam dari tanah Wajo#$ Salamat ki na to pada salamat..πŸ™πŸ™πŸ€