Total Tayangan Halaman

Rabu, 29 November 2017

Testimoni di Pantai Air Laut

Testimoni di Pantai Air Laut

Demi kesehatan, marilah kita kan laut. Semakin banyak rahasia yang Allah di dalam air garam ini. Tadi bagi saya sempatkan untuk berenang di Depan Fort Roterdam. Seperti biasa saya temui orang yang sakit, orang yang telah divonis medis Tentang Jantung dan Hati.

Kali ini bertemu dengan Pak Syamsul atau sering dipanggil Daeng Itung.  Pertama kalinya bertemu dan langsung jatuh hati pada air laut terjadi 2 bulan lalu. Ia sudah berobat medis dan ke dokter praktek. Namun kakinya tiba tiba membengkak tanpa alasan. Dokter pun mengambil kesimpulan gula naik, kolesterol dan tekanan darah tinggi dalam kondisi tinggi sekali. Pembengkakan pada kaki disebabkan pembengkakan hati yang merambat ke kaki. Sy akhirnya divonis masalah Hati, kata Dg Itung.

Beliau memutuskan untuk keluar Rumah Sakit karena bosan suasana dan menjelang lebaran. Allah akhirnya membimbing pak Syamsul ke Pantai POPSA. Atas petunjuk teman dari Antang yang Anggota Komunitas POPSA. Hari pertama sama saja saya turun berendam dilaut, terkencing kencing sebanyak 7 kali.Mungkin obat yang sy konsumsi sebanyak 8 jenis keluar semua.

Dihari pertama mendapat perubahan signifikan dan sudah bisa berjalan baik dan bengkak kaki jadi turun. Sejak saat itu, aku jatuh hati pada air laut. Tiap hari seperti kebutuhan selama 2 bulan ini kujalani. Dan tinggal bekas tertinggal pada kakiku. Ayo saudara Ke Laut

Mau Awet Muda dan Rahasia Sarung

Mau Awet Muda dan Rahasia Sarung

Apa yang membuat seseorang terlihat awet muda di usia setengah abad. Padahalpun sudah memiliki anak  yang sudah mahasiswa. Jika berjalan bersama sambil bersanding, orang sudah langsung menebak mau kemana bersaudara  ini menuju. Tidak pernah  sebagai ayah dan anak. Tapi Saudara kandung.

Banyak teman teman di Pondok Sahabat waktu mahasiswa di Universitas Hasanuddin, tertegun akan akan lambatnya proses penuaan melanda Taufik ASS P.  Banyak yang menduga duga awet muda ada kaitannya perilaku aneh seperti jarang mandi pagi, pakai sarung sakti, atau menjaga senyum.

Untuk mengetahui rahasia agar awet tidak tua seperti Titiek Puspa, inilah pengakuan penulis dan wartawan yang senang ketawa meskipun menghapi komplain. Untuk pertama kalinya, Drs. Taupik AAS P dari Fakultas Sastra Unhas, berani buka rahasianya yang ditujukan khusus sesama alumni Pondok Sahabat : 

1. Selalu menggunakan otak positif. Berpikir positif bisa dirangsang dengan kopi dipagi hari. Menulis Catatan Harian dan berita adalah jalan terbaik. Karena membuat otak dapat bersabar dan tidak menempuh jalan pintas.

2. Belajar fokus pada persoalan. Orang yang memiliki satu istri atau suami akan bisa memelihara konsentrasi.

3. Bebas bergerak kapan saja. Jangan membuat anda terbelenggu dengan hanya sekali langkah sudah ada semua didepan kita. Ternyata sebaiknya membuat lebih banyak untuk beli rokok atau air galon di blok sebelah jauh membuat gerakan jika beli ditetangga.

4. Buatlah tamu dengan tanpa kursi. Kursi akan membuat seseorang dengan jabatan. Orang bisa mencapai kursi dengan apapun juga yang negatif.

5. Buat gerakan lebih fleksibel. Jangan pakai jeans karena akan membatasi gerakan otot. Saat terjadi gerakan tubuh, bisa tetap lentur kembali tambah hambatan. Sebaiknya ke kantor menggunakan sarung lebih baik.

Nah inilah testimoni rahasia awet muda yang baru dibongkar pada usia setengah abad. Terimakasih kak Taupik

Sabtu, 25 November 2017

Wage Rudolf Soepratman

Wage Rudolf Soepratman

Masalah halaman

Penulis musik Indonesia

Wage Rudolf Supratman (9 atau 19 Maret1903 – 17 Agustus 1938) adalah pengarang lagu kebangsaan Indonesia, "Indonesia Raya", dan pahlawan nasional Indonesia.[3]

Wage Rudolf SoepratmanBerkas:Wrsoepratman.jpgInformasi pribadiLahir9[1] atau 19 Maret[2] 1903
 PurworejoJawa TengahHindia Belanda[2][1]Meninggal17 Agustus 1938
 SurabayaHindia BelandaKebangsaan Hindia Belanda

Kehidupan pribadiSunting

Ayahnya bernama Joemeno Kartodikromo, seorang tentara KNIL Belanda, dan ibunya bernama Siti Senen. Wage Rudolf Soepratman adalah anak ketujuh dari sembilan bersaudara. Roekijem adalah kakak sulung Soepratman. Pada tahun 1914, Soepratman ikut Roekijem ke Makassar. Di sana ia disekolahkan dan dibiayai oleh suamiRoekijem yang bernama Willem van Eldik.

Soepratman lalu belajar bahasa Belanda di sekolah malam selama tiga tahun, kemudian melanjutkannya ke Normaalschool di Makassar sampai selesai. Ketika berumur 20 tahun, lalu dijadikan guru di Sekolah Angka 2. Dua tahun selanjutnya ia mendapat ijazahKlein Ambtenaar.

Beberapa waktu lamanya ia bekerja pada sebuah perusahaan dagang. Dari Makassar, ia pindah ke Bandung dan bekerja sebagai wartawan di harian Kaoem Moeda dan Kaoem Kita. Pekerjaan itu tetap dilakukannya sewaktu sudah tinggal di Jakarta. Dalam pada itu ia mulai tertarik kepada pergerakan nasional dan banyak bergaul dengan tokoh-tokoh pergerakan. Rasa tidak senang terhadap penjajahan Belanda mulai tumbuh dan akhirnya dituangkan dalam buku Perawan Desa. Buku itu disita dan dilarang beredar oleh pemerintah Belanda.

Soepratman dipindahkan ke kota Sengkang. Di situ tidak lama lalu minta berhenti dan pulang ke Makassar lagi. Roekijem sendiri sangat gemar akan sandiwara dan musik. Banyak karangannya yang dipertunjukkan di mes militer. Selain itu Roekijem juga senang bermain biola, kegemarannya ini yang membuat Soepratman juga senang main musik dan membaca-baca buku musik.

W.R. Soepratman tidak beristri, serta tidak pernah mengangkat anak.

Disinilah WR Supratman Dilahirkan

Jumat 27 Oktober 2017, 12:40 WIB

Disinilah WR Supratman Dilahirkan

Rinto Heksantoro - detikNews

Foto: Rinto Heksantoro/detikcom

Purworejo - Wage Supratman itulah nama yang pertama kali diberikan saat sang komponis/pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya dilahirkan. Dia lahir dari pasangan Joemeno Kartodikromo, seorang tentara KNIL Belanda, dan ibunya bernama Siti Senen. 

Nama Wage di depan nama Supratman menandakan dia dilahirkan pada hari pasaran Wage berdasarkan penanggalan Jawa. WR Supratman lahir tanggal 19 Maret 1903. WR Supratman lahir di Dusun Trembelang, Desa Somongari, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. 

Tempat mengubur plasenta WR Supratman Foto: Rinto Heksantoro/detikcom

Panut (53), yang merupakan penjaga rumah pusaka itu di depan rumah terdapat cungkup tempat mengubur plasenta atau ari-ari Wage saat dilahirkan pada 19 Maret 1903. Sebagai penanda tempat mengubur plasenta atau ari-ari ditandai dengan tanaman puring. Namun kemudian diganti dan dibuatkan rumah-rumahan kecil dari kayu.

"Orang Jawa kalau mengubur ari-ari pasti di depan rumah," katanya.

Rumah itu kata Panut, setelah direnovasi tahun 2007 diganti dari kayu nangka. Sedangkan halaman sekitar masih seperti aslinya yang tampak teduh dan asri dengan berbagai tanaman besar. Lantai rumah dibiarkan tetap seperti asli berlantai tanah.

Rumah ini berada di sebelah tenggara sekitar 12 km dari Kota Purworejo. Suasana asri dan sejuk dengan banyak pepohonan di sekitar rumah yang berada di perbukitan Menoreh.

"Dulunya bagian dinding terbuat dari anyaman bambu, namun kini sudah diganti dengan kayu nangka. Ukuran, bentuk dan letak tidak berubah. Sekat-sekat ruang pun dibuat sama, dari ruang tamu, kamar dan ruang belakang," kata Panut.

Sementara itu kerabat WR Supratman yang masih tinggal di Dusun Trembelang, Suyono (47) menuturkan, Siti Senen, ibu kandung WR Supratman adalah penduduk asli Desa Somongari. Ibu WR Supratman, saat masih berumur 7 tahun kemudian ikut dan dirawat seorang Opas (Polisi Pangreh Praja) di Kota Purworejo, tepatnya di Kelurahan Sindurjan.

Setelah dewasa lanjut dia, Siti Senen kemudian menikah dengan seorang Kopral Serdadu Belanda asal Godean Yogyakarta yang bernama Kartodikromo. Dari pernikahannya itu, mereka dikaruniai 4 orang anak yakni Supratiyah, Supratinah, Supratiyem dan Wage Supratman.

"Sebelum Wage Supratman lahir, tahun 1903, ibu Siti Senen dalam keadaan hamil tua pulang ke Somongari. Dia lahir hari Kamis, Wage tanggal 19 Maret 1903 di rumah kakaknya Seno di Dukuh Trembelang Desa Somongari," kata Suyono.

Setelah kurang lebih berumur 2 bulan, Wage dibawa ke Jatinegara Jakarta di tempat ayahnya bekerja. Sehingga banyak orang mengira dan sejarah juga mencatat jika Wage lahir di Jatinegara, meskipun faktanya ia lahir di Somongari Purworejo.

Rumah tempat WR Supratman dilahirkan Foto: Rinto Heksantoro/detikcom

Ketika Wage berusia 9 tahun, ibunda tercinta meninggal dunia dan ayahnya menikah lagi. Wage kemudian diasuh kakaknya Supratiyah di Makasar, yang menjadi isteri seorang Indo Belanda kelahiran Jawa Timur yang bernama Willem van Eldik.

"Di kota Makasar itulah Wage tumbuh menjadi dewasa dan pandai bermain biola atas bimbingan kakak iparnya Willem van Eldik," imbuh Suyono.

Suyono melanjutkan, Wage pernah tampil dalam pentas sandiwara, ia waktu itu memerankan tokoh pemuda bernama "Rudolf". Tokoh tersebut berhasil ia perankan dengan baik, sehingga oleh teman-temannya dijuluki Rudolf.

"Sejak itulah nama Rudolf melekat pada namanya menjadi Wage Rudolf Soepratman," katanya.

Dalam sejarah, WR Supratman setelah dewasa dari Makassar kemudian berpindah di Jawa. Dia sempat bekerja di Bandung dan tempat lain hingga meninggal di Surabaya. (bgs/bgs)

purworejo wr supratman

Biodata Pahlawan Nasional WR Soepratman

Biodata Pahlawan Nasional WR Soepratman

Budianto SPd

Add Comment

Rabu, 20 April 2016

Biodata Pahlawan Nasional WR Soepratman - Para pembaca portal biodatapedia.com yang pada sibuk cari biodata pahlawan, hehe kali ini admin akan memberikan sebuah artikel tentang biodata beberapa tokoh entertainment tokoh sejarah dan tokoh-tokoh terkenal lainnya yang menghiasi layar televisi anda. Dalam artikel ini khusus membahas tentangbiodata Pahlawan WR Soepratman  beserta profil lengkapnya. Biografi 

Pahlawan Nasional WR Soepratman

Biodata Pahlawan WR Soepratman  akan kami sajikan lengkap beserta agama, karir, pendidikan beserta hobi dan foto lengkap dari sang pahlawan nasional ini. Sumber dari artikel ini berasal dari sumber-sumber terpercaya misalnya dari Wikipedia dan portal atau website entertainment lainnya.

Pahlawan Nasional WR Soepratman

Wage Rudolf Supratman atauWR Soepratman  lahir di Somongari, Purworejo, 19 Maret 1903 – meninggal di Surabaya, Jawa Timur, 17 Agustus 1938 pada umur 35 tahun adalah pengarang lagu kebangsaan Indonesia, "Indonesia Raya" dan pahlawan nasional Indonesia. Ayahnya bernama Senen, sersan di Batalyon VIII. Saudara Soepratman berjumlah enam, laki satu, lainnya perempuan. Salah satunya bernama Roekijem. Pada tahun 1914, Soepratman ikut Roekijem ke Makassar. Di sana ia disekolahkan dan dibiayai oleh suami Roekijem yang bernama Willem van Eldik.

Soepratman lalu belajar bahasa Belanda di sekolah malam selama 3 tahun, kemudian melanjutkannya ke Normaalschool di Makassar sampai selesai. Ketika berumur 20 tahun, lalu dijadikan guru di Sekolah Angka 2. Dua tahun selanjutnya ia mendapat ijazah Klein Ambtenaar, dan menjadi seorang guru.

Biodata WR Soepratman 

Nama Lengkap : Wage Rudolph Soepratman

Alias : WR. Soepratman

Profesi : Pahlawan Nasional

Tempat Lahir : Jatinegara, Jakarta

Tanggal Lahir : Senin, 9 Maret 1903

Zodiac : Pisces

Warga Negara : Indonesia

Ayah : Senen

Setelah tidak lagi menjadi seorang guru, WR Soepratman kemudian bekerja di sebuah perusahaan dagang. Setelah beberapa waktu lamanya WR Soepratman memutuskan untuk pindah ke Bandung dan bekerja sebagai wartawan di harian Kaoem Moeda dan Kaoem Kita. Pekerjaan itu sendiri tetap dilakukannya meskipun akhirnya dia tinggal di Jakarta. Di Jakarta inilah, WR Soepratman mulai tertarik dengan organisasi pergerakan nasional yang akhirnya membuat dirinya banyak bergaul dengan tokoh-tokoh pergerakan.

Rasa tidak senangnya terhadap penjajahan Belanda mulai tumbuh dan akhirnya dituangkan dalam buku Perawan Desa. Buku itu disita dan dilarang beredar oleh pemerintah Belanda. Rasa cintanya terhadap Indonesia semakin hari semakin besar sehingga membuatnya ingin menyumbangkan sesuatu bagi perjuangan bangsanya. Tetapi, ia tidak tahu bagaimana caranya, karena ia hanya seorang wartawan dan pemain musik hingga suatu hari, secara kebetulan WR Soepratman membaca artikel berjudul Manakah Komponis Indonesia yang Bisa Menciptakan Lagu Kebangsaan Indonesia yang Dapat Membangkitkan Semangat Rakyat dalam majalah Timboel terbitan Solo. Membaca artikel ini, hati Soepratman tergerak. Dan merasa tulisan itu seolah ditujukan kepada dirinya.

Mengetahui hal ini, WR Soepratman merasa tertantang untuk ikut menciptakan karya luhur tersebut. WR Soepratman lalu menggubah lagu yang kemudian pada 1924 terciptalah lagu “Indonesia Raya” karyanya.

Pada tahun 1928 bulan Oktober, diadakanlah Kongres Pemuda II dimana para tokoh pergerakan nasional dan perwakilan para pemuda seluruh Indonesia berkumpul untuk menyatukan visi mencapai Indonesia Merdeka. Di situ WR Soepratman juga hadir dan pertama kalinya beliau memperdengarkan lagu Indonesia Raya secara instrumental dengan biola (tanpa syair). Mengapa dikumandangkan lagu Indonesia Raya itu secara instrumental? Hal ini adalah usulan Soegondo Djojopuspito, salah satu tokoh pergerakan nasional, dengan alasan menjaga situasai politik dan kondisi saat itu. Banyak hadirin terpukau dengan lagu itu. Lagu tersebut telah berhasil mewakili keinginan rakyat Indonesia untuk segera merdeka dari Belanda.

Sesudah kongres itu, lagu Indonesia raya selalu diperdengarkan di kongres politik dan kongres nasional lainnya. Belanda begitu khawatir akan efek persatuan yang ditimbulkan oleh lagu itu. Akhirnya Belanda selalu memburu WR Soepratman yang telah menciptakan lagu tersebut. Karena selalu menghindar dari kejaran polisi Belanda, W Soepratman akhirnya kelelahan dan jatuh sakit di Surbaya. WR Soepratman juga menciptakan lagu “Matahari Terbit” pada tahun 1938, ia kemudian menyiarkan lagu tersebut bersama pandu-pandu NIROM di jalan Embong Malang yang akhirnya membuatnya benar-benar ditangkap oleh Belanda dan dijebloskan di penjara Kalisosok Surabaya. WR Soepratman meninggal pada tanggal 17 Agustus 1938 karena sakit. W.R. Soepratman hingga meninggal belum pernah menikah dan mengangkat seorang anak pun.

Demikianlah biodata dari pahlawan  WR Soepratman  , semoga artikel ini dapat bermanfaat dan menjadi referensi kita untuk mengenal pahlawan-pahlwan tanah air.


Jumat, 24 November 2017

Dua Wajah KPK Dalam Penanganan Perkara dan Faktanya

TrangPagi2 menuju kantor, sambil menulis sebuah renungan tentang DUA WAJAH KPK DALAM PENANGANAN PERKARA. Dan Mumpung lagi ramai, mari lihat bagaimana perbedaan penanganan kasus RJ Lino (Dirut BUMN) dan kasus Setya Novanto (Setya DPR).

Bareskrim Polri melakukan penyidikan atas pengadaan 10 unit mobile crane tahun 2014 oleh RJ Lino sebagai dirut PT Pelindo II. Lalu Bareskrim Polri yang dipimpin oleh Budi Waseso melakukan penggeledahan ke PT Pelindo II pada 28 Agustus 2015.

Saat digledah RJ Lino mengontak seorang menteri dan berkata: Mereka (polisi) cari file, ya itu tugas. Mereka saya hormatilah. Tapi yang saya tidak bisa itu begini-ini. Harusnya dipanggil dulu, ditanya dulu dicek dulu ada apa, dll.( masih ingat kan?).

Terlihat RJ Lino menginginkan agar tidak ada kegaduhan, ini rasional karena pasar tidak suka gaduh, RJ Lino pimpinan sebuah korporasi. Dia bukan pegawai negeri meski dia kerja di perusahaan negara.

Berdasarkan audit internal yang dilakukan Pelindo II serta hasil penggeledahan yang dilakukan penyidik Bareskrim, Budi Waseso menemukan bahwa sementara ditaksir kerugian negara mencapai Rp 45 miliar.

24 Februari 2016 Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Kombes (Pol) Agung Setya menyebutkan Total kerugian negara atas pengadaan 10 unit mobile crane sebesar Rp 37.970.277.778, Terlihat angka tersebut begitu presisi sampai satuan terkecil.

Atas penggeledahan tersebut, Budi waseso dikontak oleh Seirang pembesar di negeri ini dari Seoul menanyakan perkara tersebut dan menyampaikan bahwa kebijakan korporasi tak boleh dipidana.

Terkait permintaan Pejabat tsb, Budi mengaku tidak bisa melakukannya. Dia beralasan jika keinginan Itu dipenuhi maka pidana berbentuk kebijakan tidak bisa diusut. "Tidak bisa dong, jika pidananya tak diusut berarti tidak boleh lagi pelanggaran pidana diusut.

Sampai hari ini, penyelidikan mabes polri tak kunjung naik status menjadi penyidikan. Kita tahu Buwas Tiba2 dipindahkan ke BNN dan entah oleh siapa kasus itu Gak jalan. Lalu KPK jadi harapan.

Di sisi yang lain, Jika polisi melakukan penyelidikan atas pembelian 10 Unit Mobil crane oleh PT Pelindo II pada tahun 2014. Maka KPK melakukan penyelidikan pengadaan 3 unit quay container crane (QCC) tahun 2010 yang juga dilakukan oleh RJ Lino di PT Pelindo II.

Setelah memanggil ahli dari ITB dan BPKP dalam penyeledikan, KPK menetapkan RJ Lino sebagai tersangka pada tanggal 18 Desember 2015 karena melakukan penunjukan langsung.

RJ Lino disangka melanggar Pasal 2 Ayat 1 dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Hingga hari ini, 2 tahun kurang satu bulan dari penetapan RJ Lino sebagai tersangka, namun Lino tak kunjung ditahan, Lino masih bebas berjalan tidak hanya di dalam negeri namun juga ke luar negeri karena tidak dicekal.

Febri Juru Bicara KPK mengatakan di banyak perkara yang menggunakan Pasal 2 dan 3 memang butuh waktu untuk membuktikan atau menghitung lebih lanjut indikasi kerugian keuangan negara. (SN juga kena pasal ini).

Belum tuntasnya menghitung kerugian negara inilah yang membuat KPK belum juga menahan RJ Lino, dan penggunaan pasal 2 dan 3 UU Tipikor membutuhkan waktu yg lama untuk melakukan perhitungan kerugian negara.

Padahal Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI telah menyimpulkan adanya indikasi kerugian keuangan negara pada PT Pelindo II minimal sebesar US$ 306 juta ekuivalen Rp 4,08 triliun (kurs Rp 13.337/US$).

Simpulan tersebut merupakan hasil pemeriksaan investigatif atas perpanjangan kerja sama pengelolaan dan pengoperasian pelabuhan Pelindo II berupa kerja sama usaha dengan PT Jakarta International Container Terminal (PT JICT).

Selanjutnya Ketua Panitia Khusus (Pansus) DPR tentang Pelindo II, Rieke Diah Pitaloka telah menyerahkan hasil temuan itu kepada KPK 7 Juli 2017. Sampai hari ini, sekali lagi kasus ini masih mengambang. RJ lino masih bebas berkeliaran tanpa penjelasan.

Di sisi yang lain lagi, ada Setya Novanto seorang ketua DPR RI. 31 Oktober 2017 KPK menetapkan Novanto sbg tersangka kasus EKTP utk yg kedua kalinya. Novanto disangka melakukan pelanggaran terhadap pasal yang sama yang disangkakan pada RJ Lino.

Kita tidak sedang membela SN dan mengecam RJL. Saya tidak punya urusan bisnis apapun dengan keduanya. Kita sedang melakukan pertanyaan yang menjadi Hak warga negara dalam demokrasi. Tentang penggunaan uang dan kewenangan.

SN disangkakan melanggar Pasal 2 ayat 1 subsider pasal 3 UU Tipikor jo Pasal 55 ayat 1 ke 1. Sebelumnya KPK pernah menetapkannya sbg tersangka juga disangkakan melakukan pelanggaran pasal yang sama yaitu Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 UU Tipikor.

Dan Novanto memenangkan prapradilan dengan konsekwensi KPK tidak boleh lagi mengusut kasus yang sama. Atas keputusan itu harusnya KPK segera mengeluarkan SP3 tetapi karena tidak punya kewenangan, harusnya dilimpahkan ke Kejaksaan seperti kasus BG.

Namun, apesnya Novanto, RJ Lino setelah dua tahun menjadi tersangka tidak juga ditahan krn butuh waktu lama utk menghitung kerugian negara. Namun Novanto langsung ditahan hanya berselang 15 hari setelah bebas dan baru panggilan pertama sbg tersangka.

Dalam kasus E KTP, dua lembaga resmi auditor negara secara kelembagaan mengatakan tidak ada kerugian negara dalam kasus EKTP. Dua lembaga resmi ini dikalahkan oleh ocehan Nazaruddin yang punya motif kerjasama dengan KPK

Fakta Persidangan 10/11/2017, Mantan Deputi Pengawasan Bidang Penyelenggaraan Keuangan Daerah BPKP, Iman Bastari mengatakan BPKP tidak menemukan ada masalah dalam proyek (e-KTP).

Hasil audit resmi BPK pada 2013 atas program E-KTP tahun 2011 dan 2012 (setelah E KTP mulai diterapkan) hanya menemukan potensi kerugian negara Rp 24,90 miliar. Potensi itu bisa hilang jika pihak pelaksana memperbaiki kewajibannya.

Rekomendasi BPKP dan BPK sudah diselesaikan dengan baik oleh kemendagri, proyek EKTP pun ditutup dengan status clean and clear. Ini adalah pendapat resmi karena memang persoalan pokok proyek #ektp sudah selesai.
.
Ada yang tak akan selesai di proyek #eKTP yaitu pengadaan blangko dan input baru. Hal ini karena jumlah penduduk bertambah dan setiap tahun ada yang berulang tahun ke-17 lalu mulai aplikasi #eKTP

Namun, KPK terus menyebutkan ada 2,3 T rupiah kerugian negara dalam kasus EKTP. Angka Rp. 2,3 T ini kemudian membuat kasus EKTP menjadi kolosal dan seolah melibatkan banyak orang. KhUsUnya DPR tempat bancakan uang rakyat!

Dalam kasus Novanto, keterangan KPK bahwa butuh waktu utk menghitung kerugian negara atas sangkaan pasal 2 dan 3 UU Tipikor sbgmn dlm kasus RJ Lino tak relevan lg.

KPK menggunakan keterangan seorang auditor dari BPKP (konon mantan pegawai KPK) dalam menentukan kerugian negara. Cangguh sekali seorang auditor tersebut mengalahkan temuan dua lembaga auditor resmi. Personal mengalahkan lembaga.

Agak lucu jika kita melihat kronologi proyek E KTP dimana BPKP terlibat secara intens untuk mengawasi proyek. Maka pantas jika temuan kelembagaan BPKP tdk ada masalah dalam kasus E KTP krn BPKP termasuk yg bertanggung jawab atas pelaksanaan proyek.

Mendagri Gamawan fauzi saat itu terkenal sebagai seorang yg keras dan presisi dalam bekerja. Tiap langkah dalam pengerjaan proyek E KTP diaudit oleh BPKP. Dan semua audit BPKP lah yg menjadi dasar proyek dilanjutkan tahap demi tahapnya.

Gamawan adalah champion anti korupsi dari daerah: dipilih menjadi menteri setekah sukses memimpin daerahya di Sumatera barat. Seorang datuk yang dihormati dan dicintai rakyatnya...

Tapi sekarang, KPK akan memakai Nazaruddin untuk meyakinkan publik (selanjutnya hakim) bahwa Gamawan bersekongkol untuk merampok 2,3 T. Ini kelakuan biasa penyidik KPK. Pakai publik untuk menekan hakim.

Rakyat Indonesia pasti ingin tahu kasus2 ini secara terbuka. Mari kita dorong penyelidikan terbuka. Di pelindo 2 dan di #eKTP agar swmua jadi terang benderang.

.Agar keadilan menjadi milik semua orang dan segala warga negara bersamaan kedudukan dalam hukum dan pemerintahan tercapai secara sempurna.

Bung @anasurbaningrum yth, Kehadiran kembali Nazaruddin oleh KPK adalah disain untuk melibatkan banyak orang...jika tidak melawan maka mati konyol... twitter.com/kompascom/stat…

mulai membuka mata Kita bahwa #eKTP adalah proyek partai berkuasa. Menurut saya sukses. Tapi gara2 disebut 2,3 T semua tiarap. Ini semua kelakuan Nazar dan KPK. Permufakatan jahat. metrotvnews.com/amp/lKYXxMWk-a…

Kepada LKPP yang dipimpin Agus Raharjo ini (11/8/2011 setelah tender) bisa membuktikan permainan mereka sejak awal di kasus #eKTP. pic.twitter.com/YHPPe8VUbJ

  Expand pic


Senin, 13 November 2017

SAYURAN ANTI KANKER

INSTITUT PENCEGAHAN KANKER MENGUMUMKAN RANKING SAYURAN ANTI KANKER :

01: UBI JALAR DIMASAK 98.7%
02: UBI JALAR MENTAH. 94.4%
03: ASPARAGUS. 93.9 %
04: BROCCOLI, 92.8%
05: KUBIS/CABBAGE. 91.4%
06: KEMBANG KOL. 90.8%
07: SELEDRI. 83.7%
08: TERONG. 74.0%
09: PAPRICA. 55.5%
10: WORTEL. 46.5%
11: GOLDEN CAULIFLOWER/KMBG KOL 37.6%
12: CAPSELLA/SHEPHERD'S PURSE 35,4%
13: KOL/KOHLRABI. 34.7%
14: MUSTARD. 32.9%
15: BRASSICA JUNCEA. 29.8%
16: TOMAT. 23.8%

TIPS UTAMA :

* SEMUA KENTANG MENGANDUNG KOLAGEN, TERUTAMA UBI JALAR KUNING PALING BANYAK.

* SEDANGKAN BAHAN ANTIKANKER PALING BANYAK ADALAH :
* UBI JALAR UNGU DAN
* JUICE LEMON HANGAT TANPA GULA.